Sabtu, 30 Januari 2010

SEBUAH KERINDUAN

Disuatu Masa

Ada banyak hal sebenarnya, ingin ku share kesemua, tapi keharusan menjaga izzah atau privacy atau apapun itu namanya, membatasi gerakku..

up to twentynineyear,me, in mb.Ni terminology msh sj sebagai pembeli yg terseok-seok mengumpulkan alat tukar itu...hidup kadangkala tak semudah kita menghirup udara segar yg free disediakan utk manusia, ada byk ruang2 ujian yg hrs dimasuki,ditempuh, apakh lolos?atau tidk utk kemudian qta layak naik ke tingkat yg lebih tinggi....kadang juga, hidup terasa begitu bersahabat, begitu hangat menemani kesendirian, tapi tak jarang pula, kita menangis, merintih,dibalik keputusasaan....

aku, sering disayangi, kadang ditinggalkan, pernah dikecewakan, tak jarang juga diberiNya kejutan-kejutan kecil yg menerbitkan kebahagiaan,aku kerapkali juga merasa sendiri, terpuruk sepi, setelah aku meninggalkan jejak kekecewaan dihati seseorang..akh, rasa seperti apa lagi yg kan dianugerahkan Nya padaku, inikah sebuah konsekwensi logis dari kehidupan, dilalam dunia? akankah cinta sejati?pendamping setia?realisasi ats ekspektasi2 selama ini, ataukah aku masih akan setia dg mimpi-mimpi ini?sampai kapan????

Ya Rabb, Engkau yg menggenggam nasib ats takdir umat manusia, jalan mana yg seharusnya ku tempuh?pilihan mana yg laik aku ambil dan akan beresiko kecil ? dia yg dekat ada dihadapan?ataukah dia yg merupakan sosok ideal yg siang malam kurindukan, beri HAmba Petunjuk Mu ya Allah, agar hamba tenang menjalani, dengan sepenuh optimisme...amiiiin

Kamis, 10 September 2009

KETIKA 21 RAMADHAN TIBA

Mencoba tuk Masuki........................
Karena nonton sinetron "rocker pesantren" hi hi............keren deh pemeran utamanya, Andre namanya, gue banget, ups.........Niam yang tahu!!!!!!!!!!!!!!!!!
ada adegan di sinetron tu, si Andre baca puisi Aku Ingin by Sapardi Joko Damono buat Ina, putri pak Ustad, make me pengen nulis about puisi tu, here:
Aku Ingin
Aku Ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
pren, hari ni 21 ramadhan, 10 hari terakhir yang dijanjikanNya kepada umat muslim, pembebasan dari api neraka, aku, dengan tertatih, mencoba menegakkan azzam dalam diri untuk mewujudkan asa, memaksimalkan energi dalam jiwa, melakukan yang terbaik, meraih karunia itu. harus bisa!!!!!
dan, disisi tapak kaki yang lain, adalah detik2 penantian yang terasa begitu cepat meluncur, menunggu bulan syawal, bulan yang telah aku putuskan untuk memberi jawaban, kepada komitmen yang begitu so hard aku menjalaninya. dan, hari2 yang seringkali muncul, lintasan2 pikiran mengenai ketidakberdayaanku sebagai perempuan, mengenai seseorang, yang tengah aku tempatkan padanya timbunan asa, dan everything gonna be lose, impian2 indah itu terus membayang, seandainya...............dan akupun hanya mampu berharap lagi,membuatku rindu kepada orang2 baik yang sangat tuluuuus, mereka yang bening hatinya, temen2ku dijogja, aku ingin kalian menggenggam tanganku kini, mensupportku dengan ketenangan dan keikhlasan, dengan kalimat2 yang menyejukkan, Mb.Erna, Ani, i need you know.
Wahai engkau yang "pernah" memasuki bilik diorgan jiwaku, mengapa kau ambil keputusan yang menyesakkan itu, tidakkah engkau tahu, betapa besar ekspektasiku akan hadirmu, mengukir bongkahan harap, dan ...................................you make me cry, so sad, the deepest LUKA.
Sebelum aku lupa, kan kutulis kisah nabi Yunus saja deh
suatu ketika, Allah menguji Nabi Yunus dengan pengingkaran yang dilakukan oleh umat yang dipimpinnya, nabi menjadi putus asa, melarikan diri menyeberang laut, dan tiba2 dalam pelariannya Allah menunjukkan KuasaNya, dimasukkan Nabi Yunus ke dalam perut ikan. Nabi menyesal, dalam ratapnya, nabi mengucap doa Lailahailla anta, Subhanaka ini kuntu minadholimin, berulangkali, nabi memohon supaya bisa mendapat udara segar didalam perut ikan, dan Subhanallah, Allah kabulkan. berikutnya, nabi pun berdoa kembali, karena dilanda kelaparan, akhirnya Allah pun mendatangkan segenap makanan kehadapan nabi. selang beberapa waktu, nabi meminta lagi, ya Allah, telah Kau cukupi permohonanku, udara segar dan makanan yang mengenyangkan, tapi aku ingin menikmati indahnya ciptaanMu diluar sana Ya Rab, dan Subhanallah, Allahpun merubah pemandangan nabi, tubuh ikan berubah menjadi transparan, sehingga indahnya pemandangan di dasar laut yang dipenuhi ikan beraneka warna, dan terumbu karang yang luar biasa menakjubkan dapat terlihat. Nabi, tak pernah putus berdoa, mohon ampunan kepada Allah, dan ikan pun akhirnya merasa "mules" dikeluarkannya nabi Yunus dari perut ikan tanpa luka sedikitpun, Nabi Yunus terus menerus bersyukur atas segala yang telah Allah limpahkan kepada kehidupanNya, naaah, adik2 itu pelajaran buat kita, sesulit apapun keadaan menimpa kita, jangan pernah berputus asa, Allah selalu melihat dan mendengar doa kita, dan Ia pasti menyayangi hmbaNya yang berserah diri. da soundtracknya, lagu Jangan Menyerah, lagunya d'masiv
JANGAN MenYEraH
tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali sgala yang telah terjadi
kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini tak ada artinya lagi
syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah
tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya
bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa
jangan menyerah, jangan menyerah, jangan menyerah.......................................
buat semua, met menjalankan ibadah shaum ramadhan, semoga kiat mendapatkan rahmat dan ampunan serta ijabah atas doa2 kita, amiiiin ya Allah......................

Sabtu, 05 September 2009

Catatan Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum
sugeng siang.........................................punten.................
sekian waktu tidak mencatatkan banyak peristiwa yang terjadi dalam perjalanan hidup selama bulan suci ramdhan

seminggu menjelang ramadhan, saat temen2 tarbiyahku yang terbaik, menyelenggarakan tarhib ramadhan, saat aku membulatkan tekad matur ke buAm, tentang sesuatu yang lama mengganjal di hati, akhirnya terlksana jua, dengan sepenuh tekad, aku sampaikan prolog pembicaraan kami, permintaan maafku karena bbrp waktu lalu aku sempat bertindak "salah" tentang sms Niam, tentang sms2ku yang barangkali saja kurang berkenan dihati dan kekalutanku yang mungkin terlalu berlebihan, plong, akhirnya, semoga pemberian maaf ini tulus, dan semoga juga, pa yang disampaikan tentang "proposal" itu benar adanya, ada sedikit ketenangan yang dihembuskan, meski aku tak tahu akankah kasus kemarin terulang kembali, yaaa, berharap sih, kesempatan kedua ini, lebih dimudahkan dan diridhoi-Nya, amiiiiiiin.
sehari menjelang ramdhan, jum'at, aku nekad kejogja, merealisasikan impianku, tarwih pertama di masjid kampus UGM yang lama kurencanakan.dan alhamdulillah, Allah mengabulkan do'aku, dengan berjalan kaki dari gang Surya di jl.gejayan (kos Ibeb) sampai UGM, melewati megahnya kampus UNY, yang wow, semua berubah, total, 380 derajat, ruang-ruang kosong dulu sewaktu masih jadi anak kos, kini sudah berdiri gedung-gedung megah, wujud dari kapitalisme yang merambah kedunia pendidikan (kata beberapa orang). dibawah langit cerah, diatas hamparan rumput, diluar masjid, bersama puluhan jamaah lain, mengagungkan asmaNya, menunaikan kewajiban sebagai hamba muslim.
puasa pertama, bersama saudara2 dijogja, menyisakan berjuta cerita, kegembiraan, keharuan, dan perasaan lain.
kerinduan yang sangat, kepada orang-orang baik, yang tanpa tendensi, teman2liqoku dijogja, Ani, Diana, Yanti, Nurul, Irni. apalagi temen2kos, yang hari2ceriaku bersama keceriaan yang mereka ciptakan: Asri, ibeb, Biya, Novy, mbak Hen, Empok, duuuh, pa kabar antunna sekalian ya, yang beberapa dah bahagia bersama keluarga barunya, akankah Allah mempertemukan kita, dalam keadaan yang lebih baik lagi.aku kangeeeeeen kalian semua, love u all deh.

Jumat, 19 Juni 2009

CURHATKU

Jum'at,19 Juni 2009, pengumuman kelulusan anak-anak SMP di seluruh pelosok negeri

dengan berdebar-debar, harap-harap cemas kami menunggu, berharap sih mereka lulus semua, agar tiada membebani, kami sebagai gurunya, orang tua dan murid yang menjalaninya.

aku masih disekolah, bersama bu Evi, pak Agus Sudarmono, dan beberapa rekan guru lainnya, sepenuh do'a lirih teruntai dari dalam hati, jangan ada rasa kecewa, berharap tangis yang mengiring adalah tangis keharuan, kebanggaan dan bukan sebaliknya.....

PUISIKU
Saat Rabbku menuliskan garis takdir di cakrawala Arsy-Nya
tercatat pula disana rizki manusia, yang tersampaikan sepanjang nafas tubuhnya
tak kan tertukar, asal ada kemauan keras dari dalam diri
dalam tumpuan dan kekuatan doa kepadaNya
dalam naungan ridho dan barakahNya
sirnakan berputus asa, karena hanya keyakinan penuh yang 'kan menentramkan jiwa
apa yang memang menjadi jatah kita di dunia,
rizki, jodoh, kedudukan, pasti akan Allah SWT sampaikan,
tetapi, apa yang memang bukan menjadi milik kita
ia tidak akan bisa kita miliki
meski ia nyaris menghampiri kita,
meski kita mati-matian mengusahakannya
kuncinya berusaha, bersabar dan pasrahkan hasil akhir kepada Yang Maha Segala

Kamis, 18 Juni 2009

JUNIKU, HARUSKAH MENJADI KELABU

UJIAN KADANGKALA DI DATANGKAN ALLAH SECARA BERTURUT-TURUT


Allah sayang kepada semua hamba-Nya, itu kalimat pembuka yang harus senantiasa dipatrikan kuat dalam diri, saya khususnya.

bentuk kasih sayang Nya bermacam-macam, penuh variasi melalui berbagai jalan yang berbeda, itu yang patut dipahami.

dan kini, saat kita dihadapkan pada realita hidup, masih juga wajib dikatakan pada hati, bahwa ini juga bentuk kasih sayangnya.meski begitu penuh kegetiran, selalu ada pelajaran berharga setelahnya, syaratnya kepandaian kita mencari hikmah dibalik kejadian dan kesabaran menjalaninya.

bermula dari semangatnya diri untuk berperan dalam momen terpenting sobat inspiratifku, karena aku begitu menyayanginya. dan, bersamaan dengan itu perkenalanku yang serupa "mujizat" dengan seseorang, yang kemudian ia begitu berarti, memberi makna dan memotivasi, begitulah orang cerdas yang hadir didalam hidup kita, selayaknya di jaga seerat mungkin, sebagai bentuk karunia Nya yang lain, yang membuat kita bersyukur untuk yang keseribu kali. Niam namanya, meski ia belum masuk dalam daftar "jiwa dalam Puisiku" tapi ia tak tergantikan, advicenya, canda, kecerdasannya, senyumku karenanya, dan ia selalu sukses menerbitkan harapku yang hampir tenggelam dalam keputusasaan.
Mengapa kelabu?sesuatu yang selama ini aku takutkan, layaknya bom waktu, akhirnya terjadinya juga, diskusi panjangku dengan ayahku, berita mengejutkan yang tiba-tiba, tentang adiku, meruntuhkan bangunan kenyamanan yang terabai, mau tidak mau aku harus mempertanyakan lagi ketegasan "proposal menuju masa depan" itu, yang selama beberapa bulan terakhir menghiburku karena memberiku sedikit cahaya harapan, dan ternyata aku harus siap dengan jawaban apapun yang diberikan. tanpa aku perhitungkan sebelumnya, ternyata kenyataan tak selamanya seindah keinginan, ia, ikhwan itu mengembalikan kepada sang Mr, laiknya guntur menggelegar di tengah hari yang terang benderang, aku shock, rencana-rencana indah. langkah-langkah taktis yang tengah aku susun sedemikian rupa, runtuh seketika,menimpa ketegaran yang berminggu-minggu aku susun sebagai mozaik cinta, dan aku tak kuasa menahan perihnya luka. ini begitu berat, diwaktu yang bersamaan, dua masalah urgen, menuntut untuk segera dicarikan solusi, dengan kedewasaan, bukan ketergesaan, dan dengan segenap energi yang tersisa, aku beranjak dari tempat aku terjatuh, berdiri dan bangkit dari keterpurukan ini. pelan, entah adakah kepastian, sabar dan tenang, meski hati selalu diliputi kegelisahan. orang-orang yang kupercaya, semoga mereka benar dan sungguh-sungguh menjalankan tanggungjawabnya, menyegerakan prosesku, sehingga ketakutan terbesarku untuk "didahului" tidak akan pernah terjadi,.
dan dia, perantaraku, yang telah aku letakkan padanya kepercayaan, kadangkala hadir dengan sejuta tanya, bahasa di pesan singkatnya, saat aku perlihatkan pada Niamku, menyiratkan ada sesuatu yang disembunyikan, bahwa ia memiliki rasa, sementara aku tak waspada.aku harus bagaimana?andai saat ini, aku belum bisa menerimanya, ia jauh dari impian2ku tentang "the other side of mate"meskipun ia telah menorehkan senyum dan jasa yang tiada terkira, tapi haruskah aku menyerah pada desakan waktu, membangun serpihan cinta didalam keterpaksaan, sanggupkah aku melakukannya?saat aku terjatuh ini salah satu hiburnya:sering kita mengeluh dan jenuh, akhirnya gugur dan jatuh...smngat dan sll smngat!ukirlah sejarah terindah dlm perjuangan&hidup ini,smua utk gapai ridho ilahi, ALLOHU GHOYATUNA!
AKU tinggal dalam kebingungan, kekhawatiran serta ketakutan. sobat semua, beri aku solusi terbaik, agar aku tenang menghadapi ini semua sepenuh ketegaran, im waiting for your comment friend, thanks, danke, syukron katsir......................................................................................

Selasa, 02 Juni 2009

MEREKA ADALAH "JIWA" DALAM PUISIKU

SEKALI LAGI TENTANG ORANG-ORANG YANG MEMBUATKU TERSENYUM

1. Asri Adityaningsih
aku mengenalnya sebagai wanita ayu yang tegas, tapi penuh kasih sayang. dia adalah teman satu kos ketika aku menuntut ilmu di jogja. gadis berjilbab asli Banjarnegara ini mengingatkanku pada artis Marcella Zalianti, begitu temen-temen yang lain menyerupakannya.dari sejak pertama berkenalan, aku yakin dia baik, ramah, supel dan "usil" he he.awal merasakan jadi anak kos, hari-hari dipenuhi keluh kesah, bahkan air mata, jujur, ini tanpa dramatisasi. bagaimana tidak, kami sebagai anak yang biasa hidup "layak" dirumah, harus menempati sepetak kamar seadanya yang penuh dengan ujian, hujan atap bocor, dinding dari triplek yang membuat suara selirih apaun terdengar, dan parahnya penghuni rumah ini lebih dari 10 orang dengan hanya 1 kamar mandi. tak terbayangkan bagaimana suasana mengantri dipagi hari ketika semua harus mengawali aktifitas, wow, pokoke mak nyus!!!!
meski banyak kondisi yang memprihatinkan seperti diatas, tapi semua itu seolah menguap ketika kami, para anak kos sudah berkumpul, bercengkrama, gossip, atau curhat tentang pacar2 mereka, dunia berubah menjadi indaaaah penuh bunga adenium (jangan protes kalo ini yang kupilih, tapi bener kan semua jenis adenium tu indah, siapa dulu yang ciptakan?).kami tertawa, berbahagia.
kalian mungkin bertanya kenapa, Asri ku ini begitu istimewa, sampai ia masuk daftar 100 tokoh tervaforit dalam hidupku. dengannya aku belajar bahasa Jerman, otomatis, karena ia kuliah jurusan bahasanya Hitler itu. kedua, karena kami punya chemistry, kecocokan,dalam banyak hal.kalu sudah cerita masalah pribadi kedia, dijamin aman dan nyaman. dia juga yang memperkenalkan kepada kami, dunia beladiri karate dari Korea, pernah aku daftar di ekstra ini, tapi tak bertahan lama, gra-garanya sepele, setiap kali mau memulai latihan, harus push up, minimal 10 kali, ladalah, gak kuat, akhirnya, kuputuskan untuk keluar.sementara Asri, dia rajin, komit, sampe sabuk coklat, hebatkan. dengannya juga aku tertawa lepas tanpa beban. sampai kemudian kami memutuskan pindah kospun, kami tetap bersama, di kos yang cukup unik, KArang MAlang A37 namanya.
pertama kali datang kekos ini, kami berlima, ditaruh dalam satu kamar, lengkap dengan barang-barang pribadi, meja, almari, kasur, rak, buku, termasuk panci dan kompor juga, huahaha. dah seheboh itu, masih ditambah lagi, tanpa sepengetahuan kami, penghuni kos lama, langsung mengOSPEK kami,seperti mahasiswa baru yang masih cupu, ketakutan dung, tapi, setelah kami berbasa-basi, sok manis,plus sok dekat, ternyata mereka menyenangkan.
kurang lebih dua tahun bersama, kami disatukan lagi oleh sesuatu yang bisa dikatakan ideologis, kami bergabung dalam JAmaah TArbiyah, sebuah kegiatan ekstra kampus yang mengajari, mendidik, dan membina keislaman kami yang sebelumnya sangat dangkal. perlahan-lahan kami tahu makna syahadat, mengapa wanita wajib berjilbab, dan tentu saja dalam tataran praktek, kami diajarkan cara berukhwah, memilih teman, dan hidup yang syamil, penerapan prinsip Islam dalam segala aspek kehidupan, termasuk didalamnya, pentingnya anak muda peduli persoalan bangsa, melalui partai politik. sejak itu, kami "berkenalan" dengan PArtai KEadilan, yang mayoritas pengusungnya anak muda di kampus, yang kami menyebutnya ikhwan dan akhwat.ternyata, subhanallah, banyak hal mengenai bangsa ini yang perlu kita tahu, peduli dan mungkin perbaiki, paling mudah, lewat diri sendiri dan lingkungan disekitar.
terlibatnya kami dijamaah ini, membuat kedekatan kami tanpa sekat, tanpa batas, kami sering memperbincangkan, bahkan dengan ijin Allah, kami ajak teman yang lain, mahasiswa baru untuk ikut berperan aktif, hasilnya, meski masihlah jauh dari sempurna, tapi minimal kami bisa mewarnai anak kos yang lain, kami ajak mereka selalu shalat berjamaah, puasa sunah senin kamis, ikut kajian di masjid UNY/di Mardliyah UGM,sampai penanaman ideologi kami dalam pergaulan dengan lawan jenis.
tahun 2004 awal, untuk sementara kami harus berpisah, setelah kurang lebih 5 tahun kami selalu bersama, aku tidak kos lagi, karena tinggal finishing skripsi, tinggal bersama saudaraku di Bantul, desember aku wisuda, meski 2005 baru pulkam, dan mau tak mau kami harus berpisah secara fisik, Asri masih berproses dengan skripsinya juga.tapi, silaturahim kami tetap jalan, by phone, sms, atau kadang saat libur aku sempatkan diri mengunjunginya. kini, ia telah berkeluarga, menikah dengan seorang guru Biologi dari UNS, sedang hamil juga, dan saat aku tulis ini, aku sedang sangaaaat merindukan, senyumnya, nasehatnya, usilnya, tawanya, dan semua hal tentangnya, semoga ukhwah kita abadi ya Sri....

2. Sri Suharyanti (mbak Anti)
dia, temen satu jurusan dikampus.orang jogja tulen, kelahiran Manding, Bantul city.masa awal kuliah sampe jalan beberapa bulan, kami sekedar kenal, tapi tidak dekat, logis, karena di Pendidikan Sejarah angkatan 99, jiwa ashobiyah penduduknya begitu kental, yang orang jogja, gaulnya ya dengan orang satu kota, jadi yang dari luar ya akrabnya dengan pendatang pula.bahkan, aku malah berjarak dengannya, ia tampak "tomboy" dengan lingkungannya juga yang kebanyakan kaum lelaki. tapi, Allah MAha Tahu, saat kita ditawari untuk melanjutkan pendampingan dalam kuliah Agama Islam, oleh para mbak-mbak yang mengulurkan jilbabnya sampe kedada, kami pun mulai dekat, kami juga mulai terlibat di Sie Kerohanian Islam tingkat fakults, namanya jamaah ar rahmaan. ternyata, oh ternyata, orangnya super baik, ringan tangan, suka membantu, dan penyayang, serta peduli, so care terhadap orang lain, itu makanya dikelas, ia mampu dekat dengan semua orang, mengayomi dan disegani. saking dekatnya kita, pernah suatu ketika kita satu kelompok diskusi, dia menawarkan, ayo yu kembaran, dia pinjami aku baju warna biru itu, yang dia punya 2, persis, jadi deh kita dikatai anak kembar dari panti asuhan, he he, secara postur tubuh kita sama, semampai, semeter tak sampai, meski ia lebih berisi dariku. kalo aku lagi bokek, kiriman bulanan belum nyampe, ia yang pinjami, diberinya pula aku baju, dan bantuan lainnya. karena ia penglaju, kadang saat ada kegiatan ampe sore, ia singgah dulu dikos, tidur siang, dan kita menjadi sangat dekat.
setahun di jogja, aku ikut ekstra PMII juga, mb.Anti memilih IMM, agak berseberangan , karena yang satu berhaluan tradisional, IMM berhaluan modern, kami sering sharing, meski lebih sering saat aku mulai out of control, wajar, dalam organisasi, saat aku tertarik dengan seorang sastrawan keren dari Sastra Indo UGM, HAsan Bachtiar namanya, ia yang mengingatkanku.
jaman aku kuliah, adalah masa keprihatinan, kemana-mana naik bis kalo keperpus, karena saat itu, anak sejarah, adalah pengunjung setia perpus, sampe Tanti bilang, setiap aku bersiap pergi, mesti mbak yayuk mo keperpus, hehe. dari mulai perpus lokal, UGM, sanata dharma, Hatta sampe yang jauh di Kolese St. Ignatius yang perpuse nyuaman, kami pernah sambangi.kalo jarak dekat ya jalan kaki, misal ke masjid UGM, atau jalan ke kolombo, bahkan kepasar demangan, sehat kan?sampe 2 tahun berjalan, mb.Anti punya motor, maka akulah orang yang ikut menikmati keadaan ini, kemana pergi, ia mengajakku, atau saat aku punya rencana ke tempat yang agak jauh, ke malioboro, atau agenda SKI, dia yang memboncengkanku, dengan Astrea PRimanya, dengan kecanggihan mengendari motor, aku merasa aman bersamanya, bila jalan sepi dikit, dah terbanglah kami, 80-100km/jam.
masa aku menyelesaikan skripsi, adalah hari-hari selalu dengannya, aku sering nginep dirumahnya, kenal semua anggota keluarganya, mbah Yah, bapak, mb.Asih, om To, om Kolek,sampe bulek2nya juga, makan, mandi, tidur di manding. ngeprint, ngetik, juga direntalnya, pokoke semua fasilitas lengkap tersedia, kalo aku ditempat simbah, dijemput, pulang diantar,dan semua kehangatan lainnya. kalo ditanya siapa orang yang paling berjasa dalam hidupku, dia adalah urutan kedua setelah ortuku.
kalo aku turuti, bisa 10 halaman penuh hanya untuk menuliskan kisahku bersamanya, tapi singkat kata, aku pulang ke kampung halaman, sediiiih berpisah dengan mbakyuku ini, sama dengan Asri, kami sering komunikasi, saat aku ke bantul, pasti mampir bahkan nginep dirumahnya,dan semua gundah, masalah, suka, duka, airmata, keluhkesahku, ia tahu.semua sifat manjaku, ketergantunganku, kelemahanku, dia paham.
Juni 2007 mbake menikah dengan pak Ari Wobowo, setelah lika-liku proses yang ia lalui, kini lengkap sudah kebahagiaannya, keluarga, karir, dan segalanya. aku yakin itu baru sebagian kecil balasan Allah untuk sejuta kebaikannya padaku, dan kepada orang-orang yang mengenalnya.terimakasih mbak Anti, jangan bosan untuk terus mensupport saudaramu ini ya....
3. Sri Subekti (mb.Beckti)
Sobat, beliau kakak kelasku dijurusan sejarah, angkatannya97.pertama aku tahu sosoknya ketika OSPEK jurusan, pembawaannya yang anggun, penampilan dan gaya berpakaiannya yang istimewa karena berbeda, membuat ku langsung "terpikat" padanya. lebih dekat lagi kukenal saat keakraban di Taman Kyai Langgeng, Magelang, satu simpulan yang kudapat orangnya baik.
keterlibatanku di SKI Ar Rahmaan, semakin membuatku tahu bahwa sosok sepertinya banyak aku jumpai di organisasi yang sama, ramah, penyayang,baik dan care. sampai kemudian, ia menjadi "mbakku" yang disetiap halaqah rutinku di jum'at siang, mencerahkan mindku menjadi muslimah yang terus belajar menyelami ilmu Allah yang Maha Luas, membuat kekagumanku padanya terus menerus bertambah setiap waktu, aku menyayanginya sebagai guru sekaligus kakak yang selalu kurindukan.
Tahun 2002 beliau lulus kuliah, memutuskan untuk pulkam, sehingga kami dengan sangat berat hati, harus berpisah pula dengannya, "mbakku" harus digantikan oleh Mr yang lain. sedih, itu sudah pasti, tapi mau bagaimana lagi, inilah kenyataan yang harus kami hadapi, karena inilah pelajaran hidup yang melatih adik2nya menjadi dewasa.setahun berjalan setelah perpisahan itu, aku selalu saja merindukan pertemuan dengannya, advicenya, info apa saja yang kuperoleh dari de Li, ponakannya yang satu kos denganku, terekam kuat dalam ingatanku. sindrom sister complex sepertinya telah menghinggapiku. tapi, kehadiran temen-temen liqoku dari UII: Nurdiana Iswandari, Sudaryanti, Tanti, dan Irni mampu mengurangi rasaku, meski pelan. mereka ikhwah yang baik juga, smart, great, awesome, cerdas dan membuka cakrawala berpikirku tentang makna hidup.
last, sampai saat ini, aku masih ingin bisa bertemu dengan, bercerita banyak hal....................

4. Tuti Kurnia S.Si (Nia)
3 "tokoh" di atas adalah inspirasiku beralmamater UNY, beda dengan kawanku satu ini, dia lulusan Kimia, UNNES. DiGubug inilah aku mengenalnya, ketika tasqif atau agenda DPC yang lain. Kedekatan kamipun belum lama, baru kurang lebih setahun ini, tapi dia sungguh luar biasa, dan aku seolah mendapat ganti atas sosok seorang kakak yang setiap katanya aku tempatkan di nampan pualam inside my hearth. padahal, secara usia ia 2 tahun dibawahku, tapi aku banyak belajar darinya, tentang cinta, kesungguhan, dan kedewasaan dalam bersikap.
Dengannya, aku menjadi tahu, bahwa saat engkau meyakini, masuk dalam sebuah keputusan, maka harus totalitas, kaffah dan kamil, jangan setengah-setengah, karena ini sama dengan menyalahi komitmen diri.
Kehadiranmu, mewarnai ruang disisi hatiku yang lama merindu sobat cerdas, berdedikasi, santun, lembut, penyayang, perhatian sekaligus menentramkan. hari ahad besok, 14 Juni adalah hari bersejarahmu, artinya, aku harus stand up with my own legs, meski aku yakin semua orang tak kan sanggup untuk membayangkan rasanya berpisah dengan wanita yang lembut hatinya, lembut tutur serta pembawaannya. last, wish the best on your new world. thanks for everything




Minggu, 31 Mei 2009

INSPIRAsiKU. TERIMAKASIH UNTUKMU

HARI-HARI PENANTIAN EraMuslim Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus memburu'nya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya. Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah-masalah perkawinan akan meningkat secara cepat. Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh. Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. Terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "ikhwan" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.

ane posting Senin, 1 Juni 2009, bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila, benerkah pancasila sakti??????